Komitmen Immawati dalam Memaksimalkan Dakwah Ikatan





Oleh: Fitri Handayani
(Sekretaris Bidang Immawati PC IMM Kota Kendari Periode 2017-2018,
Ketua Bidang Kader PK IMM FKIP UMK 2017-2018)


Untuk segenap kesetian kecintaan, kejernihan, kesucian, pengabdian pengorbanan dan perjuangan. Untuk panutan yang sempurna di dalam  menjauhkan diri dari  segala hawa nafsu dan segala tipuan harta dan pangkat, jabatan dan semua tipu daya dalam kehidupan.


Untuk panutan atau contoh  yang sempurna dalam ketundukan dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Kesadaran yang nyata akan  ajaran-ajaran kebenaran dan titah-titah langit dalam menolong agama-Nya, berbakti kepada suami, berdedikasi kepada  keluarga, dan anak-anak, serta bersikap lemah lembut kepada orang yang membutuhkan, dan membantu orang-orang  yang dizalimi.


Gelar menunjukan pujian sebagai sifat yang diberikan, disematkan, kepada seseorang yang memiliki keistimewaan dan konsisten serta komitmen terhadap suatu hal. Gelar tersebut hanya disematkan setelah dilakukan usaha pengamatan yang panjang dan serangkaian cobaan, ujian yang dijalani dan dihadapi oleh seseorang, telah menempuh berbagai  tahapan dalam proses sehingga diyakini bahwa benar-benar jauh dari segala hal yang dapat mencemari sifat tersebut. Apabila  berbagai tahapan tersebut telah dilewati  dan diakui oleh semua orang, maka disematkanlah atau diberikanlah gelar kepadanya, sehingga dia dipanggil dengan nama baru seakan-akan ada nama  tambahan dari nama aslinya.


Sebelum kami paparkan lebih jauh, mari melihat realitas serta merenungi apa yang terjadi di lingkungan kita saat ini khususnya wanita. Apa yang kita saksikan baik positif maupun negatif semuanya nampak dan mungkin timbul pertanyaan  bagaimana menanggapi dan mengambil peran-peran sosial sebagai generasi  penerus?


Sebagai generasi penerus mestinya saja kita tidak saja belajar menghitung, menulis, membaca. Lebih dari itu kita bertanggung jawab dalam menata  pola hidup individu, keluarga, masyarakat dan agama dan negara. Olehnya saya akan menulis sedikit  terkait “Komitmen  Immawati  dalam Memaksimalkan Dakwah Ikatan ‘’.


Di atas kami telah paparkan sedikit tentang hal ini dan memang benar semakin berkembangnya IPTEK dalam kehidupan masyarakat semakin banyak dinamika juga persoalan yang ada. Olehnya kami mengajak kita semua dan lebih khususnya Immawati untuk merenungi dan memberikan partisipasi  yang nyata dalam  merubah  pola pikir, pandangan, atau presepsi pada khususnya kaum wanita.


Immawati harus memiliki komitmen  dalam  mengefisienkan gerakan dakwah  ikatan. Immawati adalah  gelar yang sangat istimewa. Sebelumnya kami katakan bahwa untuk mendapatkan dan mengaplikasikan gelar tersebut tidaklah mudah dan sejarah jua benar-benar akan menunjukkan orang-orang yang berhak menyandang gelar itu .


Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang kader Immawati dalam gerakan dakwah, baik itu dalam internal organisasi maupun eksternal organisasi. Perkembangan teknologi canggih yang memudahkan kehidupan mestinya kita manfaatkan untuk memaksimalkan gerakan dakwah ikatan.


Perempuan secara kudrati dapat mengambil banyak peran, tetapi  banyak  Immawati yang ragu-ragu mengemban amanah ikatan karena alasan atau memiliki keterbatasan baik intelektual, religiulitas maupun humanitasnya. Namun hal tersebut semestinya tidaklah menjadi halangan bagi Immawati  untuk melakukan gerakan dakwah.


Malah disinilah ruang untuk mengasah kompetensi-kompetensi itu. Disinilah dilihat bagaimana komitmenya sebagai kader Immawati yang peduli dengan segala hal dan mampu memberikan solusi dalam dakwah ikatan entah dalam internal maupun dunia sosial (masyarakat).


Sejatinya keterbatasan bukan halangan, malah persepsi menjadi konsep-konsep pembatas yang mempengaruhi tujuan dan keinginan. Oleh karena konsep-konsep ini, kita sering membuang ide dan keinginan sehingga menimbulkan keyakinan, bahwa kita tidak dapat merealisasikan keinginan dan tujuan kita. Konsep ini juga bisa merendahkan  tujuan, sehingga kadang-kadang kita hanya mencapai sesuatu yang biasa-biasa saja, yang sebenarnya  kalau dikerahkan seluruh potensi yang dianugrahkan Allah bisa meraih yang jauh lebih prestis.


Memang  dalam mengemban amanah dalam Ikatan itu tidaklah mudah. Namun jika kita membuka mata untuk menyaksikan berbagai macam persoalan, ketimpangan, masalah yang terjadi saat ini kita pasti akan menyadari, dan melakukan apa yang pantas dilakukan untuk  memberikan perubahan.


Oleh karenanya untuk memaksimalkan gerakan dalam dakwah ikatan, Immawati  harus kaya akan intelektual dan harus progresif dalam pengaplikasiannya. Kita sebagai kader Immawati  pada intinya memiliki peran penting dalam mengoptimalkan gerakan serta memberikan solusi dari berbagai masalah yang  dihadapi.


Selain itu juga, hal yang bisa dilakukan oleh seorang kader Immawati  adalah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan pada umumnya dan khususnya dalam ikatan. Immawati  juga harus mampu memberikan kebijakan-kebijakan  dalam hal atau masalah yang dihadapi dan harus lebih banyak mempertimbangkan keputusan apa pun dalam ranah pergerakan  sebagaimana mestinya. Masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan oleh seorang kader Immawati  dalam memaksimalkan gerakan dakwah.


Masih lebih  banyak nikmat daripada cobaan. Masih lebih banyak solusi daripada masalah. Masih lebih banyak yang membedakan daripada yang membatasi kita (Ahmad Saiful Islam).


Nah, oleh karena itu tantangan ataupun rintangan yang ada dalam ikatan, bukan yang akan membuat kita sebagai kader IMMawati patah semangat atau berhenti melewati tantangan itu, semua itu mestinya membuat kita sadar bahwa kita termasuk orang-orang diberi amanah dan Insyaallah mampu di jalankan, karena dalam setiap pintu yang tertutup akan selalu ada pintu lain yang terbuka. Namun hanya Immawati  yang memiliki komitmen dan semangat juang yang dapat mengetahuinya, hanya mereka yang memiliki keberanian untuk melangkah kearahnya.


Ketika sebuah jalan sedang diperbaiki, sebuah papan bertulis ‘’jalan ditutup’’ diletakan untuk memberikan peringatan kepada para pengguna jalan, begitu juga apabila terjadi kemacetan atau jalan ditutup karena ada kegiatan masyarakat, maka jalan tersebut  menjadi tidak bisa dilalui. Namun, Immawati  yang cerdas mesti melihat jalan lain atau bahkan berani untuk memutar balik arah untuk mencari  jalan alternatif lainnya. Dalam artian ketika Immawati menghadapi masalah, senjata yang ampuh Immawati adalah berpikir positif, tidak tergesa-gesa, tidak mudah kecewa, tidak mudah menyesal, tidak mudah mengeluh. Daripada  kekuatan kita habis untuk mengeluh, langkah atau gerakan yang lebih baik untuk dilakukan oleh seseorang Immawati  mencari solusinya untuk menanggapi fenomena-fenomena yang terjadi, sebab tidak ada kesulitan yang abadi di dunia ini. Allah berfirman yang artinya ‘’Allah menjadikan kemudahan setelah kesulitan’’.


Dengan demikian, kesimpulan dari tulisan ini adalah sebagai Immawati  harus memilki komitmen yang kuat dalam menjalankan amanah serta harus dibarengi  dengan wawasan (intelektual) yang luas. Sebab seorang Immawati bukan saja berperan dalam ranah ikatan saja akan tetapi diluar harus memilki pergerakan yang  memberikan dampak yang positif  terhadap masyarakat pada umumnya.


Aktivis yang sukses bukan dilihat dari keturunan yang melahirkannya, statusnya, dan lain-lain, akan tetapi keberanian, kegigihan, dan azam yang dimiliki. Dengan ini kita bisa menjadi sukses serta disetai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan juga perjuangan dalam melakukan perubahan sesuai dengan pedoman atau aturan dari Allah SWT. Oleh karena itu Immawati  Harus mampu memaksimalkan gerakan dan berkomitmen untuk mencapai tujuan Ikatan.





Komentar

Posting Komentar