Ratapan Senyap





Oleh: Nur Annisa Fitri
(Kader IMM Komisariat IAIN Kendari)


Terdengar suara tangisan masyarakat yang membuat hati setiap orang terketuk untuk mau melihatnya, rasa penasaran semakin bertambah bagi orang-orang yang jauh dari tempat itu. Pertanyaan mulai timbul, bahwa kejadian apakah yang membuatnya sangat bersedih? 


Hari-demi hari, kami yang jauh dari tempat itu merasa bahwa mereka berada dalam kesulitan, hingga pada akhirnya kami mendapatkan informasi bahwa saudara-saudari kami tepatnya di kabupaten Konawe Utara, kecamatan Langgikima sedang mendapatkan insiden yang luar biasa hingga membuat mereka kehilangan harta, tak disangka bahwa di bulan suci ramadhan ini mereka di berikan ujian oleh sang maha kuasa sampai membuat harta benda dan perkebunan mereka hanyut di bawah oleh arus. 


Dengan informasi yang membuat kami berfikir bahwa dengan sekejap Allah SWT bisa mengambil semua milikmu tanpa terkecuali. Hingga pada hari itu kami bersama mahasiswa lainnya berupaya mencari sumbangan demi memberikan bantuan untuk masyarakat konawe Utara yang sedang mengalami musibah. 


Tak ada rasa malu bagi kami untuk mencari donasi demi mereka yang sedang kesusahan. Tak ada rasa risih bagi kami dengan bunyi kenalpot mobil dan motor yang bising dan tak ada folusi bagi kami demi mereka yang jauh disana. Tidak pantas bagi kami untuk bersenang-senang sebelum memberikan mereka bantuan, walau tak sebanyak yang bisa tersalurkan.


Hingga pada saat yang dinantikan, yaitu waktu dimana keberangkatan kami untuk memberikan mereka donasi yang secukupnya. Proses perjalanan yang tidak mudah untuk dilewati oleh kendaraan beroda empat, banyaknya ombak- ombak darat, cairnya larutan tanah liat dan derasnya aliran air. Tidak mematahkan semangat mahasiswa untuk terus melanjutkan perjalanan demi memberikan donasi kepada mereka yang sedang kesusahan, walau perjalanan itu ditempuh dalam keadaan berpuasa.


Sesampainya di lokasi kejadian, rasa haru membuat kami semua tidak bisa membayangkan betapa susahnya mereka yang kini hidup di pinggir jalan, lontang-lanting tak karuan demi merajut asa kembali. Salah satu harapan mereka yaitu perhatian pemerintah untuk memberikan mereka bantuan,  khususnya bagi mereka yang sudah tidak mempunyai rumah. 


Berbuat baik tidak segampang yang dipikirkan. Tetapi tidak berbuat baik, tidak semsestinya dilakukan. Jadilah sosok manusia yang tidak pantang menyerah demi kehidupan pribadi dan sosial yang nyaman.


Komentar