IMM dan Kepemimpinan Masa Depan



Oleh: Asman
(Ketua Umum PK IMM IAIN Kendari)


Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Pemimpin adalah proses seseorang dalam memimpin, membimbing, mempengaruhi atau mengawasi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain. Kepemimpinan kadang juga disebut leadership. Pemimpin atau leader harus mempunyai jiwa kepemimpinan, bukan hanya didapatkan pada seseorang seperti kepala (ketua), akan tetapi melekat pada orangnya, meskipun ia tidak diangkat sebagai pemimpin. Yang penting dalam kepemimpinan yakni dalam mempengaruhi atau mengawasi pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain, ialah tujuan. 


Kepemimpinan biasanya  tidak dapat dilepaskan dari kekuasaan, kemampuan (power) sebab kepemimpinan adanya kebersamaan dengan kemampuan. Sebagai seorang pemimpin yang mempunyai kepemimpinan karena ia menggunakan kemampuannya. Kemudian ada beberapa pendapat para ahli mengenai kepemimpinan diantaranya, menurut Merton (1969) yang menyatakan bahwa kepemimpinan ialah hubungan interpersonal dimana orang-orang lain di dalamnya bersedia mematuhi pemimpin mereka karena mereka menginginkannya, bukan karena diharuskan. Jadi dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan atau pemimpin adalah proses seseorang dalam memberikan pengaruh dan motivasi kepada seluruh kelompoknya baik secara langsung ataupun tidak secara langsung tanpa adanya paksaan dari pemimpin mereka tapi karena mereka mau melakukannya dengan sukarela.


Kemudian yang menarik dari  kepemimpinan ini adalah sesuai yang telah dijelaskan dalam teori-teori kepemimpinan. Misalnya, teori Great Man mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak lahir. Kemudian teori Big Bang mengatakan bahwa suatu peristiwa besar menciptakan seorang menjadi pemimpin (dibentuk). Ini merupakan dua teori yang saling membantahkan, mengapa demikian karena  walapun sifat kepemimpinan itu sudah dibawah sejak lahir atapun secara genetik tidak semua langsung menjadikan seorang pemimpin, karena pemimpin itu harus dibentuk. 


Ataukah kita dapat melihat firman Allah Swt di surah Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan bahwa Allah hendak menciptakan Khalifah/pemimpin dimuka Bumi ini. Kalau memang seperti itu adanya berarti tidak  perlu ada organisasi yang menjadi tempat proses mengkader?  Tapi sebenarnya tidak seperti itu juga. Analoginya seperti ini tidak semua anak lahir langsung dapat membaca dan menulis melainkan semua itu dibentuk dan diajarkan.  


Walaupun secara genetik, belum ada jaminan bahwa keturunan ini akan menjadi seperti orang tuanya atau keturunannya yang menjadi pemimpin. Kemudian berkenaan dengan teori Big Bang mengatakan pemimpin terbentuk oleh peristiwa yang besar, pertanyaannya adalah mengapa dalam pembentukan seorang jadi pemimpin ada yang lambat ada yang cepat? Apakah kita harus mengikuti setiap peristiwa sehingga dapat membentuk kita lebih cepat? Tidak juga!


Kemudian melihat realita kepemimpinan hari ini, bisa kita katakan bahwa jauh dari harapan. Mengapa demikian? Terjadinya ke zaliman, pembunuhan, narkoba, kemiskinan, korupsi, sumber daya dikuasai asing dll, itu semua karena pemimpinnya. Pemimpin menjadi salah satu faktor yang sangat penting karena pemimpin yang mengambil segala keputusan dalam sebuah organisasi ataupun negara. Tak tanggung-tanggung bahkan negara kita yang dikenal dengan penghasil SDA yang luar biasa kaya nya semua dikuasai oleh asing, tenaga kerja asing di berikan izin atau peluang untuk masuk bekerja di negara kita. 


Seperti yang dilansir oleh salah satu acara di TV Nasional setelah mewawancarai menteri ketenagakerjaan, beliau mengatakan bahwa tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia adalah mereka yang bekerja di bagian teknis yang vital di sebuah perusahaan. Mereka juga mengajar kepada rakyat kita, setelah SDM kita sudah mampu barulah mereka akan di kembalikan ke negara asalnya. Namun yang menjadi realitanya bahwa tidak seperti itu. Contoh kasus misalnya di salah satu daerah pertambangan di Sulawesi Tenggara bukan hanya tenaga kerja yang bekerja di alat-alat vital perusahaan melainkan kuli-kuli bangunan mereka di bawah juga ke negara ini. 


Tentunya yang harus disalahkan adalah pemimpin hari ini. Seharusnya pemimpin yang berada dipusat membuat regulasi yang membatasi tenaga kerja asing. Akhirnya rakyat sendiri merasa menjadi orang asing dinegara sendiri. Dilain sisi korupsi merajalela di tubuh pemerintahan bahkan di Kota Kendari anak dan Ayah menjadi tersangka kasus OTT oleh KPK. Pembunuhan, kasus HAM yang sampai sekarang tak kunjung diselesaikan kesenjangan sosial, narkoba yang begitu mudahnya di dapatkan dinegara kita, bahkan dengan mudahnya mereka menyeludupkan narkoba yang beratnya berton-ton. 


“Kalau mau menguasai rakyat di sebuah negara kuasai pangannya, kalau mau kuasai negaranya kuasai SDA nya" kira-kira teori itu yang digunakan asing untuk menguasai negara kita. Makanya jangan heran kalau pemimpin kita hari ini mengimpor beras, daging, dll dari luar negeri karena adanya kepentingan perorangan. IMM sebagai gerakan mahasiswa islam yang bergerak dalam tiga aspek yaitu, kemasyarakatan, kemahasiswaan, dan keagamaan yang harus mampu memberikan suatu bahan percontohan bagi semua masyarakat. 


IMM juga hari ini harus mampu menyadari bahwa didalam tubuh kepemimpinan sendiripun masih banyak masalah-masalah yang harus dibenahi, misalnya dalam kepemimpinan DPP masih banyak kader yang melakukan hal-hal yang dilarang oleh organisasi bahkan sampai menjual ideologynya untuk kepentingan kelompok dan pribadinya. Tidak bisa dipungkiri bahwa didalam tubuh IMM pun masih banyak skak-skak antar golongan antar wilayah dan sebagainya. Sehingga dalam proses pergantian kepemimpinan terkandang menjadi blunder dan bermasalah, diakibatkan oleh bebrapa masalah yang telah saya jelaskan diatas. Olehnya itu marilah kita kembali kepada tujuan awal IMM diciptakan, jangan kita terpengaruh dengan persoalan-persoalan yang akan memecahkan ikatan ini.


Tidak bisa kita pungkiri bahwa orang-orang yang hari ini memimpin negara ataupun di daerah semua merupakan hasil jebolan lembaga atau organisasi. Hanya pada saat ini kita melihatnya organisasi hanya dijadikan batu lompatan untuk mencapai kesuksesan, setelah itu tidak ada aksi yang nyata untuk perubahan. 


Olehnya itu IMM hadir untuk menawarkan sebuah konsep dengan mengacu kepada misi dakwah islam  amar maruf nahi mungkar, berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mencapai  kepemimpinan yang berintegritas. Inilah yang  menjadikan saya  tertarik untuk mengulas mengenai kepemimpinan didalamnya. Bagaimana sebenarnya pemimpin yang baik itu dan bagaimana cara melaksanakannya?


Komentar