Oleh: Haidir Muhari
(Ketua Bidang Kader DPD IMM Sultra)
Setiap kali agenda ramah-tamah pada Darul Arqam Dasar (DAD) ada haru bangga meliputi, bahwa Ikatan masih bisa terus menapaki jejak gerakan dan dakwah ikatan untuk membentuk akademisi Islam yang berakhlak mulia untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera dalam ridho Allah Azza Wa Jalla.
Coba perhatikan! Kita akan melihat wajah-wajah polos, kegagapan mengucap billahi fi sabilil haq fastabiqul khairat yang sering kali memantik gelegar tawa meriuhkan seisi ruangan.
Ada kepolosan, ada juga kadang kala titik-titik malu di wajah calon kader-kader baru itu, pipi yang memerah bagi yang putih kulitnya. Suasana haru, riuh penuh membersamai acara ramah tamah itu, mulai dari acara makan bersama hingga perkenalan.
Tak hanya bagi peserta riuh gembira itu. Namun juga bagi panitia, Pimpinan Komisariat, pun instruktur.
Bahwa tugas-tugas kepanitiaan, jerih payah, tetes-tetes keringat, getar-getir letih, desah kesah sebentar lagi akan selesai, juga mata yang harus sering terjaga untuk membangunkan peserta, mengawasi peserta, untuk salat lail juga. Inilah penghujung kerja keras selama empat hari ini. Sebentar lagi akan terlahir tunas baru ikatan yang akan melanjutkan titah perjuangan.
Usainya kaderisasi formal memang adalah asa baru tentang akan terus berlanjutnya gerakan dan dakwah ikatan. Namun disisi itu sebenarnya beban besar, tanggung jawab utama, lagi, sebenarnya sedang menanti untuk dititi dan diikhtiarkan.
Tentu kita semua telah mafhum bahwa kaderisasi yang sesungguh-sungguhnya adalah pasca-kaderisasi formal itu. Disinilah tempat penajaman idelogi, visi, dan kompetensi kader itu.
Kita juga tentu telah banyak menemukan bahwa betapa banyak alumni DAD setiap angkatannya, dan diantara sekian itu, hanya beberapa saja yang tinggal, sungguh sedih. Semangat tinggi alumni DAD sering kali harus rebah hanya karena follow up atau pembinaan yang tidak berkepastian dan berkelanjutan.
Kita juga tentu sudah sangat memahami bahwa kader adalah pelanjut, penyampai pesan estafet perjuangan kepada generasi masa depan agar tujuan Ikatan dan persyarikatan benar-benar akan terwujud duduk manis menyinggasana. Untuk itu juga bahwa masa depan akan benar-benar ditentukan oleh bagaimana pembinaan yang dilakukan hari-hari ini kepada kader-kader baru.
Mungkin sebagian kita akan berdalih, bahwa justru mereka yang tidak sanggup bertahan hanya karena tak adanya pembinaan yang berkepastian dan berkelanjutan itu berarti telah terseleksi alam. Jika demikian dimanakah urgensi ikhtiar? Bukankah kebaikan yang amburadul akan terseleksi alam oleh keburukan yang terorganisasi?
Saya ingin katakan, "Hai Bung!!! Dakwah para Nabi itu bukan sekonyong-konyong! Jangan karena ketakmampuan kita memanajemen dakwah dan gerakan lantas seenaknya saja kamu menyalahkan kader-kader yang lepas itu!!!"
Kaderisasi, gerakan, dan dakwah adalah hal yang mesti diorganisasi. Sebab untuk menentukan dan memastikan organisasi akan menjadi lebih baik di hari esok (masa mendatang) maka kader-kader pelanjutnya haruslah yang berideologi kuat, bervisi jelas, berkompetensi tinggi. Lagi, tidak! Bukan seperti nelayan yang memasang jaringnya setelah salat isya, kemudian kembali mengeceknya saat pagi di esok harinya.
Mari kita refleksi kembali bagaimana keteguhan Ki Dahlan membina generasi muda di Kauman. Mari juga kita refleksi kembali kemassifan teladan utama kita Rasulullah SAW menyebarkan Islam dan membina generasi muda di Makkah.
Saudaraku sekalian, kaderisasi kita (dalam arti sempit dan luas) benar-benar akan berbuah baik dan mendekati perannya jika berkepastian dan berkelanjutan. Tugas kita agar kader-kader baru akan mekar-merekah-indah-lebat berbuah maka ideologi, visi, dan kompetensinya benar-benar kita bina dan kembangkan. Lagi, untuk semua itu kita perlu upaya lebih, keseriusan, dedikasi, dan tentu mengharap ridho dan pertolongan Allah Azza Wa Jalla.
Tetap semangat menjalani hari ini, juga tetap optimis menatap (visi) masa depan. Kita semua sedang berikhtiar mewujudkan peradaban. Kerja-kerja kita untuk peradaban. IMM Jaya!!! Jaya! Jaya!
(Ditulis saat Malam Ramah Tamah DAD FISIP UMK di Aula SKB Ranomeeto pada Ahad 22 April 2018 disempurnakan di Kamar 17 Eks Hotel Takhira pada Senin, 23 April 2018)

Kerja-Kerja Korp Instruktur perlu lebih dinamis lagi dalam menghadapi kondisi kader-kader IMM hari ini, Krn menurutq hanya segelintir kader Instruktur yg memahami tugas dan tanggungjawanya, Yg selalu di Ilhaminya adalah "jalan sunyi" tapi teksktualya sangatlah sedikit ditemukan.
BalasHapus