Oleh: Asman
(Ketua Umum PK IMM IAIN Kendari Periode 2018-2019)
Kader adalah orang yang biasa kita katakan sebagai unit yang mempunyai kapabilitas yang mumpuni di setiap bidangnya. Selain itu kader juga merupakan staf inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan kepemimpinan.
Kader tergolong orang-orang yang yang terpilih, orang yang memilki kapasitas yang mumpuni sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap organisasinya. Karena kader merupakan jantung dari semua pergerakan organisasi apabila kadernya lemah maka organisasinya juga pun akan menjadi lemah, dan hasilnya pun menjadi tidak akan baik.
Kalau kita ibaratkan kader ini adalah pasukan elit yang memilki kemampuan yang dapat memberi arah masa depan yang baik bagi organisasi, daya juang dari pasukan ini sangat tergantung dengan nilai kadernya. Olehnya itu menjadi kader haruslah dapat menghidupkan organisasi karena jantung organisasi ada di kadernya.
Khususnya dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjadi kader haruslah dapat memberikan kontribusi yang nyata untuk ikatan karena jantung dan pertahanan organisasi ada pada kader. Kita adalah pasukan inti yang harus tetap eksis dalam mengemban amanah sebagai kader. Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah saya, kamu, atau kita kader yang seperti apa?
Apakah kader secara administrasi atau kader sejati? Kader secara administrasi adalah kader yang keberadaanya hanyalah sebuah ilusi belaka, fatamorgana yang tak nyata dan tak nampak, abstrak yang hanya numpang tenar dan sekadar monorehkan nama dalam buku kader tanpa memperjuangkan dan menjadi pasukan inti yang membela dan memperjuangkan hak-hak organisasi.
Mereka yang menjadi tulang punggung organisasi itulah kader sejati. Kader sejati adalah kader yang menjadi tameng dan penggerak atau menjadi pasukan inti dalam mewujudkan tujuan ikatan dan memperjuangkan ideologi ikatan.
Kader sejati adalah mereka yang turut mengambil peran-peran strategis, turut mengambil beban-beban organisasi yang diamanahkan, turut serta mempertanggungjawabkannya. Sebagai contoh, jika diberikan amanah atau namanya tertera dalam surat keputusan baik sebagai pengurus maupun sebagai panitia maka ia turut serta mengambil beban untuk menyelesaikan tugas-tugas itu. Bukan malah lari atau enggan menerima amanah itu.
Kader sejati adalah mereka yang tidak pernah terlintas walau sekejap saja untuk lari dari tanggungjawab atau amanah atau tugas yang diberikan kepadanya. Bahkan, ada kalanya kader sejati harus mengambil atau menyelesaikan tugas-tugas atau peran-peran yang diabaikan atau dilalaikan oleh kader administrasi. Toh, setiap amanah organisasi atau kepanitiaan adalah sarana memompa diri menjadi lebih baik lagi.
Kader sejati adalah mereka yang turut mengambil peran-peran strategis, turut mengambil beban-beban organisasi yang diamanahkan, turut serta mempertanggungjawabkannya. Sebagai contoh, jika diberikan amanah atau namanya tertera dalam surat keputusan baik sebagai pengurus maupun sebagai panitia maka ia turut serta mengambil beban untuk menyelesaikan tugas-tugas itu. Bukan malah lari atau enggan menerima amanah itu.
Kader sejati adalah mereka yang tidak pernah terlintas walau sekejap saja untuk lari dari tanggungjawab atau amanah atau tugas yang diberikan kepadanya. Bahkan, ada kalanya kader sejati harus mengambil atau menyelesaikan tugas-tugas atau peran-peran yang diabaikan atau dilalaikan oleh kader administrasi. Toh, setiap amanah organisasi atau kepanitiaan adalah sarana memompa diri menjadi lebih baik lagi.
Akhirnya kembali kepada saya dan anda untuk memilih apakah akan menjadi tulang punggung/ pasukan inti dalam ikatan atau hanya menjadi penikmat dari hasil perjuangan kader sejati? Menjadi kader administrasi atau kader sejati? Semuanya berpulang ke diri-diri kita dan diri-diri kita jualah yang akan menuai hasilnya kelak. Fastabiqul khairat

Komentar
Posting Komentar