Jangan Menangis, Allah Mencintaimu



Oleh: Suhestiawati
(Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
PK IMM IAIN Kendari Periode 2018-2019)



Perjalan hidup yang kadang berombang-ambing, bagaikan lautan yang selalu naik turun airnya. Itulah kehidupan, hidup memang bukan untuk disesali, bukan untuk ditangisi, bukan pula untuk disedihkan, sepedih, seperih, sesulit apapun adanya. 


Jika kita ingin terus hidup maka kita harus berjuang. Begitulah hidup, hidup adalah perjuangan untuk terus bangkit dari kegagalan dan kejatuhan. Orang yang kini berada di puncak (kesukseskan) adalah bukan dia yang tidak pernah merasakan pahitnya kegagalan adari kehidupan, tetapi orang yang yang mampu mengelola jiwanya hingga kesedihan, kecemasan, kegalauan,hingga berlutut tak berdaya. Mereka yang saat ini di puncak adalah yang telah jatuh bangun bergemilang payah, perih, pedih, lalu bangkit, lalu berjuang.


Sulitnya hidup terkadang sebagai cara Tuhan untuk mengasah potensi yang kita miliki, seperti pedang. Bukankah untuk menjadi pedang yang baik dan tajam, sebongkah besi harus dibakar dan dipukul-pukul berkali-kali? Bukankah untuk menghasilkan mutiara (yang indah) seekor kerang harus rela menahan rasa sakit yang berkepanjangan oleh karena pasir yang mengendap dalam tubuhnya?


Bukankah untuk menjdai rajawali seekor elang harus rela menjalani proses transformasi yang sangat menyakitkan selama berbulan-bulan? Bukankah untuk menjadi seekor kupu-kupu yang indah ulat harus rela menjalani proses menjadi kepompong yang menyiksa dan menjijikan?


Satu hal lagi yang harus kita ingat bahwa, ketika kita diberikan kesulitan oleh Allah justru itu yang membuat kita (harus) semakin dekat dengan-Nya. Pada hakikatnya kesulitan adalah anugrah. Seringkali kemudahan atau kebahagiaan jika tak disyukuri malah akan mengantarkan kita jauh dari-Nya atau menjadi petaka. 


Mari kita ingat kembali Firman Allah SWT dalam Al Quran:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7).


"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al Insyirah : 5-6)


"Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan datang petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya". (QS. Al Maidah: 52)


Semangat wahai hati, tak selama kamu akan merasakan pahitnya penderitaan, dunia ini berputar kadang kita di bawah kadang pula kita di atas, jadi jangan pernah bersedih, Allah selalu bersamamu.




Komentar