Mahasiswa Zaman Now (Apatisme)



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
(Immawati Rizkiani)

Oleh: Immawati Rizkiani
(Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PC IMM Kota Baubau)



Di zaman milenial ini, kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi mahasiswa saat ini adalah sikap apatisme, dimana dengan adanya berbagai carut marut konflik di negeri tercinta ini. Mahasiswa seakan bungkam dan menutup mata dengan kondisi negeri saat ini. 


Kemana mahasiswa ketika korupsi dan hukum yang tidak ditegakan merajalela? Kemanakah mereka ketika melihat rakyat menjerit dan menderita karena harga kebutuhan hidup yang kian hari semakin bertambah naik dan hukum yang di tegakkan selalu memandang bulu? 


Ya, katanya bangga menjadi mahasiswa tetapi ketika dihadapkan dengan tugas praktikum dan penelitian mereka hanya sibuk dengan tugas dan keluhanya masing-masing. Namun apakah hanya dengan alasan itu yang membuat mahasiswa menjadi apatis dan tidak perduli terhadap negara dan jeritan rakyat? Bukankah mahasiswa penyambung lidah rakyat, agent of change, agent of control? 


Namun bagaimanakah reaksi mahasiswa ketika kebijakan-kebijakan  yang sekarang ini malah mencekik perlahan-lahan rakyat kecil. Belum lagi ditambah dengan adanya UU MD3 pasal 122 dimana Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bisa mengambil langkah hukum terhadap pihak yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR. Yang pasal ini dinilai mencederai demokrasi dan membungkam kritik dan masyarakat (mahasiswa), terhadap lembaga yang mewakilinya. 


Apakah yang sudah dilakukan mahasiswa untuk mencegah hal itu? Apakah hanya dengan kuliah dan mengejar IPK tinggi dan sebuah prestasi sudah cukup untuk mencegah dan mengubah itu semua? Jika kita telaah lebih dalam lagi apalah arti identitas sebagai mahasiswa dengan segudang prestasi dan IPK tinggi jika itu hanya untuk menaikan prestise dan kesenangan pribadi tanpa membawa kebaikan untuk orang banyak. Sebagaimana dalam hadist Rasulullah yang artinya “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”


Apakah hal ini telah diterapkan atau hanya menjadi symbol yang tiada berarti? Sebagai seorang mahasiswa yang hanya fokus terhadap akademis dan segudang prestasi hal itu, tidaklah cukup untuk membawa sebuah perubahan, namun perlu adanya aksi yang nyata untuk itu semua. 


Sebagai mahasiswa kita di tuntut untuk bergerak  dan berpikir kritis atas kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh pemerintah kita hari ini. Wahai mahasiswa zaman now jangan engkau biarkan Negara kita terpuruk dengan diamnya kita di hadapan kebijakan-kebijakan baru yang menghasilkan masalah baru pula.


Menjadi mahasiswa yang kritis itu perlu dan wajib dilakukan oleh mahasiswa demi mengawal dan mengontrol pemerintah kita saat ini, namun hal itu  harus di ikuti dengan landasan dan solusi yang jelas agar mahasiswa tidak menjadi penyebar opini yang tidak jelas.

Salam Pergerakan !!!
Hidup Mahasiswa!!!
Revolusi Teman Rakyat!!!





Komentar