| (Foto: Dok. DAM Angkatan XXV PC IMM Kota Kendari) |
Oleh: Haidir Muhari
(Ketua Bidang Kader DPD IMM Sultra 2016-2018)
Momen penerimaan Mahasiswa Baru ini akan sangat baik jika dimanfaatkan, karena momentum ini hanya sekali dalam setahun. Padahal saat saat demikian, Mahasiswa Baru benar-benar dalam gejolak naluri tinggi, penasaran, rasa ingin tahu, dan lain-lain. Ini sekali lagi momentum emas. Dan mereka itu bermacam-macam. Sama seperti unsur logam, kuningan, emas, pertama dan berlian.
Tanpa henti mengenali potensi kemenangan Dakwah. Khusus di Kendari, kita coba bermimpi 1.700 calon mahasiswa yang mengikuti tes di UMK ditargetkan awal 10% dijadikan kader. PC IMM Kota Kendari dan PC IMM Kota Baubau mesti punya terget rekrutmen di tahun ini. UMK dan UMB adalah rumah dakwah kita, sebagai Tuan Rumah kita mesti berbuat, ingat, ingat, mari kita ingat bersama, diam, diam takkan menghasilkan apa-apa, takkan merubah apa-apa, IAIN dan UHO juga. Begitu pula di Baubau, UMB dan Unidayan.
Tidakkah kita dulunya Mahasiswa Baru? Bersama IMM ini potensi setiap anggota di kembangkan. Juga untuk mengawal, membangun, mengembangkan, melanjutkan, menyemurnakan gerakan/ dakwah organisasi ini mesti oleh orang-orang yang khusus juga. Khusus dalam arti azam tinggi, mobilitas tinggi, dan lain-lain.
Calon kader yang akan dibina di forum DAD, jangan sampai, perhatikan jangan sampai ia tidaklah direncanakan, mesti, ingat mesti ada prioritas calon kader dalam agenda rekrutmen. Ingat dan mari saling mengingatkan saudaraku Immawan dan Immawati. Orang-orang dengan kompetensi khusus itu, mesti dijemput, jika perlu dijebak untuk berDAD.
Itulah secarik risalah dalam ikhtiar membangun gerakan/ dakwah IMM. Saya pikir mesti ada pertemuan untuk mengorganisasi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2017. PC IMM Kota Kendari diharap dapat mengorganisasi PK IMM se Kota Kendari, juga PC IMM Kota Baubau mengorganisasi PK IMM se-Kota Baubau.
Sudah saatnya Gerakan kita terorganisasi, sudah saatnya, keadaan kita sudah demikian kritisnya jika terus terlarut dan berjibaku dengan keterbengkalaian dan kesemrawutan. Banyak hal telah terbengkalai, akibat keabaian kita akan momentum-momentum penting. Jika kita turut kesemrawutan gerakan ini, maka entahlah apa yang akan terjadi?
Dengan kesemrawutan ini, masih bisakah kita disebut sebagai gerakan? Apalagi dakwah? Kita tidak lebih hanyalah melakukan apa yang kita lihat dan apa yang kita dapati. Dan jika ini yang tinggalkan kepada generasi selanjutnya, hal yang sama pun akan tetap terjadi. Kita mesti berbenah dari sekarang, kita mesti bergerak.
*Diadposi dari Hasil Diskusi di Grup Instruktur Kendari Berbenah dengan beberapa perubahan
**Narasi Ikhtiar Membangun Gerakan akan disampaikan saat Pertemuan yang diagendakan untuk itu
Komentar
Posting Komentar